Aku dan Kata

 Aku bisa menjadi orang yang banyak bicara, tapi bisa juga menjadi orang yang tak pandai bermain kata. Ada waktu ketika aku menggembor-gemborkan apa yang dirasa, ada juga waktu dimana aku hanya diam saja. Aku adalah penikmat kata, penulis tapi bukan pujangga. Sungguh, aku masih berada jauh di bawah garis kemiskinan sastra.

Beberapa tahun ini aku menulis disini hanya ketika akhir tahun, tapi mungkin tahun ini aku akan menulis beberapa kali. Terkadang blog yang sepi bisa jadi diary. Sebenarnya aku hanya butuh tempat untuk menulis, ya menulis. Jangan lupa kalau aku adalah penulis meskipun belum punya sebuah buku yang aku publish atas nama diriku sendiri, tapi setidaknya pernah ada namaku di buku antologi. Ahaha. Oke, cukup.

Berbicara tentangku, saat ini aku merasa bahwa dunia sedang bercanda. Aku tau dunia tak menjanjikan apa-apa, jadi kalau duniaku bercanda ya akan aku nikmati saja. Ingat, "segala sesuatu sudah digariskan." jadi tak perlu ada yang dikhawatirkan. Sebenarnya aku mengingat kata-kata ini hanya untuk mencari pembelaan. Pembelaan atas ketidakmampuanku mengubah keadaan. Percayalah, semua orang di dunia punya kekhawatiran masing-masing kecuali mereka yang sakit jiwa atau mati rasa. Tapi tidak menutup kemungkinan mereka juga punya kekhawatiran seperti manusia pada umumnya. Entahlah, itu hanya asumsiku saja.

Komentar

Postingan Populer